MEROKOK (JANGAN MEROKOK)
Merokok sudah menjadi budaya bangsa kita,Sayangnya salah kaprah.
Dulu merokok hanya pada saat berkumpul dan pesta,hanya pada saat santai saja,hanya orang dewasa keatas saja.
Sekarang rokok menjadi produk industri,diproduksi besar-besaran dipasarkan secara meluas dan ada dimana saja,sampe di asongan.
Pro dan Kontra mewarnai rencana MUI (Majelis Ulama Indonesia) hendak memberikan fatwa haram pada rokok.Sebenarnya kalo kita kaji secara akal sehat…udah pasti tujuannya baik.Sebab kita tahu bahwa merokok memang menimbulkan penyakit dan masalah kesehatan yang parah.Jika Bangsa ingin sehat,ya..Jangan merokok.
Tapi dilemanya,rokok menjadi industri besar di negara ini dan menyumbang pendapatan negara dari pajak yang cukup besar.Ini masalahnya…kalo pabrik rokok tutup banyak yang nganggur.
Kalo boleh saya bicara,Sepertinya negara juga harus punya perhatian terhadap hal ini,memberi peraturan dan juga harus mengawasi.Mungkin tahap pertama adalah membatasi tempat menjualnya,jangan sembarangan,atau penjual tidak menjual kepada anak dibawah umur,dan orang tua jangan pernah menyuruh anak untuk membelikan rokok,karena sebenarnya orang tua juga tidak ingin anaknya merokok dan dekat dengan rokok,
Visi kedepan,entah 5 s/d 10 tahun kedepan,adalah pengurangan jumlah produksi rokok sampai dengan batas paling minim,sehingga pabrik bisa sedikit demi sedikit beralih,mungkin aja nanti trend-nya ada manisan tembako (ng-kali…)
Tapi ya…mending urusin LPG dulu deh,Jual ke Rakyat maunya mahal- Jual ke orang lain bisa murah.Pribumi seperti bukan pemiliki negeri ini lagi,apa apa sudah terkontaminasi praktek “SUPER KAPITALISASI”
Udah deh,malah makin ngaco kemana-mana nih,Sorry berat buat penggemar Rokok alias “Rokok Mania”,yang sampe hari ini masih membela rokok,juga para blogger yang gak bisa nulis kalo gak meroko I’m Sorry deh…Hidup rokok – Hidup Partai – Hidup Indonesia






