Naik lagi ( sengsara lagi)

Belum jauh dari kenangan kita,kesusahan rakyat saat langkanya minyak tanah,antrean panjaaaaaaaang seperti jaman revolusi.KOnversi minyak tanah ke gas,itu salah satu penyebabnya.

Kini,pembagian tabung gasnya nya aja engga rata,harga gas melejit,melonjak,melompat lebih tinggi.

Nah,saya salah satu yang enggak kebagian jatah,harus merelakan membeli tabung 12 kilo,dan sekarang harga gas untuk 12 kilo harganya bisa mencapai 120 ribu rupiah…. Aduh,celaka deh,celaka 13 belas.

Kenapa enggak digerakan aja pemberdayaan biji jarak,bisa di tanam di tanah tandus mencegah erosi dan pemanasan global (bukan mengurangi isi bumi),pabrik pengolahan jadi minyak juga sederhana,pasarnya udah jelas tinggi banget.Sepertinya bisa di coba nih .

Apa mungkin,biji jarak ini tidak menarik bagi invertor,atau tidak menhasilkan nilai komersial tinggi bagi pengusaha..sehingga tidak di galakkan.

Tapi ya sudah lah…mungkin dibalik kesulitan ada kemudahan,dibalik kesulitan ada kemudahan.

Moga-moga

Ungkapkan pendapat Anda